|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 30 January 2010 01:06 |
|
[KMIT-Online] Banyak orang berdo’a tetapi tidak meminta. Mereka berdo’a tetapi sekedar "membaca" atau "menghafal" do’a. Tidak ada penyertaan dalam dirinya rasa takut (khauf) dan rasa harap dan juga tidak dilakukan dengan rendah hati bahwa bahkan banyak yang tidak faham dengan do’anya. Maka itulah yang dimaksud dengan "berdo’a tapi tidak meminta". Padahal berdo’a itu intinya meminta. Dalam hal meminta Allah swt berfirman : "Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." [Al-A’raaf: 55] "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya, berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan harapan (akan dikabulkan) sesungguhnya rahmat Allah itu amat dekat pada orang yang berbuat baik". [Al-A’raaf:56]
Intinya agar berdo’a itu dianggap meminta maka dalam berdo’a sertakan 4 hal : 1. Sikap rendah hati/diri Akuilah bahwa diri kita ini sebenarnya tidak punya daya dan kekuatan apapun. Kulit kita dibandingkan dengan binatang lebih kuat kulit binatang, lakukan doa dengan sepenuh hati bahwa yang sedang kita hadapi adalah serba maha, maha kuasa, maha besar. Semua makhluk termasuk langit dan bumi tunduk padanya dan bertasbih memujinya. Banyak orang bisa bersikap rendah hati pada atasanya namun sedikit yang bisa berendah hati dengan penciptanya padahala Dia mengetahui apa yang dibisikkan oleh hati-hati manusia, Dia melihat semua perbuatan kita. Sebelum kita berdo'a, sebenarnya Allah telah mengetahui apa yang akan kita panjatkan, namun kita tetap diminta-Nya agar mengungkapkan apa permohonan kita. 2. Dengan suara lembut Mencerminkan adab dan pengagungan yang lebih besar. Ketika engkau menyampaikan permohonan dan permintaan kepada seorang raja engkau tentu tidak menyampaikannya dgn suara yg keras tetapi engkau akan merendahkan volume suaramu dan memelankannya sebatas raja bisa mendengarnya. Sesungguhnya Allah mempunyai perumpamaan yg lbh tinggi. Jika Allah mendengar do’a dengan suara yang lembut maka tidak ada adab yg lebih tepat di hadapan-Nya selain dengan merendahkan suara ketika berdo’a kepada-Nya.
3. Dengan rasa "khauf" atau takut Takut kalau-kalau do'a kita tidak dikabulkan karena begitu banyak dosa dan kesalahan yang kita lakukan, banyak perintah-perintahnya yang kita lalaikan sehingga apa pantas do'a dan permohonan dikabulkan. 4. Dengan rasa "thama" atau berharap Meskipun ada ketakutan tidak dikabulkan namun tetap optimis dan berharap akan dikabulkan karena tidak ada yang bisa mengabulkan doa-doa kita kecuali Allah. "Tidak sesuatupun terjadi tanpa izin Allah". [At-Taghabun: 11]. Jika perlu menangislah ketika berdoa sebagai bukti kesunguhan dalam meminta, tangisan air mata hamba yang ikhlas yang tulus dan penuh harap akan membuat doa-doa kita terkabul. Dan dalam menunggu terkabulnya doa lakukan 2 (dua) hal: 1. Hindari berbuat kerusakan (fisik dan moral) 2. Banyaklah berbuat kebajikan Allah sangat suka kepada orang-orang yang banyak berbuat kebaikan dan tidak suka kepada orang-orang yang suka berbuat kerusakan atau kezaliman. Ketika malamnya kita berdoa jangan sampai kita batalkan permohonan atau doa kita dengan kita berbuat zalim.
|
|
Last Updated on Monday, 12 April 2010 22:55 |
Comments
RSS feed for comments to this post.