Komentar Terbaru
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
Saudara kabareskrim yang semoga dimuliakan Allah, ...
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
Bijaklah dalam memberi nasehat, meskipun Anda dala...
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
saya yakin Allah mengahrgai kalau anda beramal mes...
Buku Tamu
Assalamu'alaikum wrwb Alhamdulillah senang sekali ...
Buku Tamu
assalamualaikum .wr.wb salam kenal tuk keluarga be...
Who's Online
We have 7 guests onlineStatistics
Members : 19Content : 220
Web Links : 11
Content View Hits : 99346
| Halal Bi Halal, Ulang Tahun IWAMIT ke-8, dan Pelantikan Pengurus IWAMIT 2009/2010 |
|
|
|
| Written by TimMedia |
| Monday, 19 October 2009 21:44 |
|
Kaohsiung [KMIT-Online] Ahad, 18 Oktober 2009 waktu dzuhur, IWAMIT Kaohsiung mengadakan rangkaian acara halal bi halal, perayaan ulang tahun ke-8, sekaligus pelantikan pengurus 2009/2010. Acara ini bertempat di Masjid Agung Kaohsiung dan dihadiri oleh sekitar seratus umat muslim Indonesia yang merupakan perwakilan berbagai organisasi masyarakat muslim Indonesia di seluruh penjuru Taiwan.
Acara diawali dengan shalat dzuhur berjama’ah dan dilanjutkan dengan santap siang bersama. Selanjutnya, rangkaian acara resmi IWAMIT Kaohsiung resmi dibuka. Ayat suci Al Qur’an dilantunkan sebagai pembuka acara, yang dilanjutkan dengan sambutan dari ketua KMIT, Bapak Taufik Mubarok.
Dalam sambutannya, Pak Taufik berbagi cerita tentang upaya menggalakkan peningkatan muzakki (khususnya warga Indonesia) di seluruh Taiwan yang ditekankan pada pembayaran zakat fitrah pada tahun ini. Juga diceritakan tentang usaha pendekatan diplomatis yang dilakukan KMIT untuk memperbaiki nasib TKI di Taiwan dan harapan terhadap pemerintah Indonesia yang baru akan perbaikan pada nasib para TKI.
Selanjutnya, Imam Hussein, Imam Masjid Kaohsiung, dengan semangat yang luar biasa dan penuh suka cita turut menyambut hadirin yang datang dengan memberikan sedikit tausyiah. Dalam tausyiahnya beliau mengingatkan tentang persatuan umat muslim, tidak terbatas negara dan tidak terbatas organisasi Islam yang diikuti. Selain itu, beliau juga membahas tentang keseimbangan dunia akhirat yang diajarkan dalam Islam berkaitan dengan usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup (bekerja), dan mengingatkan bahwa apa pun yang kita lakukan, Allah akan senantiasa melihat kita.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh ketua KDEI, Bapak Suhartono yang alhamdulillah dapat hadir pada kesempatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa orang Indonesia tidak kalah dengan orang Taiwan, yang perlu ditingkatkan adalah rasa percaya diri yang ada pada masing-masing diri kita. Beliau juga berpesan agar seluruh hadirin yang hadir, jangan hanya bekerja, tapi sebaiknya juga belajar sebanyak-banyaknya di Taiwan ini. Pelajari keberhasilan negeri ini untuk nanti diterapkan saat kembali ke Indonesia. Seusai memberikan sambutan, Pak Suhartono diberi kesempatan untuk meresmikan sekaligus melantik pengurus IWAMIT Kaohsiung 2009/2010.
Usai pelantikan, ketua lama IWAMIT Kaohsiung, Pak Hari menyampaikan sedikit laporan pertanggungjawaban selama beliau menjabat sebagai ketua. Di antaranya adalah usaha pencapaian peningkatan muzakki yang bisa dikatakan berhasil walau masih di bawah target, usaha pengumpulan dana untuk korban gempa Tasik dan Sumatera Barat, juga kegiatan pelatihan yang telah berhasil diselesaikan dan yang tengah berjalan dengan bantuan FORMMIT.
Sebagai penambah hangat suasana, Pak Pangkuh, Asisten Ketenagakerjaan Indonesia di Taiwan menyumbangkan beberapa pantun nan indah dan amat bermakna. Mengingatkan dengan cara ringan hal-hal penting dalam Islam yang sering terlupakan pada kehidupan kita sehari-hari.
Menginjak ke acara berikutnya, yaitu penyampaian tausyiah oleh Ustadz Maryono. Beliau mengingatkan seluruh hadirin tentang kewajiban kita semua untuk mengingatkan dan mengajak kawan-kawan kita, saudara Muslim Indonesia, yang saat ini terlena oleh berbagai hiburan dunia yang tidak disukai Allah. Mereka saat ini sedang menunggu kita mengingatkan dan mengajak kembali ke jalan Allah. Kelak, di hari kiamat, bukan tidak mungkin mereka akan meminta pertanggungjawaban kita karena mendiamkan mereka terlena oleh dunia. Lebih ditekankan lagi oleh beliau, bahwa kelak pemimpin-pemimpin akan diminta pertanggungjawaban oleh seluruh yang dipimpinnya, baik segala keburukan yang dilakukan oleh rakyatnya, maupun segala keburukan yang diterima oleh rakyatnya. Diingatkan pula, semua orang adalah pemimpin walau dengan kapasitas memimpin yang berbeda-beda. Namun, pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya akan diminta di hari akhir nanti. Di sisi lain, beliau juga mengingatkan kita sebagai rakyat haruslah membantu meringankan tanggung jawab pemimpinnya kelak, dengan berusaha selalu beribadah, menjalankan segala perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya. Al ustadz juga mengajak para pengurus IWAMIT baru untuk lebih bersemangat dalam menyentuh kehidupan masyarakat Islam Indonesia secara keseluruhan, tidak hanya berkegiatan di antara para pengurusnya saja.
Tausyiah dari Ustadz yang juga merupakan SekJen FORMMIT ini mendapat tanggapan dari seorang TKI. Beliau mencurahkan isi hatinya, betapa sulitnya beliau mempertahankan melaksanakan shalat isya’ pada waktunya setiap malam saat dia bekerja (shift malam). Beliau mengatakan terpaksa mencuri waktu (sekitar 3 menit) dengan alasan ke kamar mandi dan shalat beralaskan tissue setiap malamnya. Betapa sedihnya beliau saat hal yang biasa dilakukannya ini terendus oleh sesama umat Islam Indonesia, yang justru memarahinya dan berkata “Jika kamu mau tekun beribadah, kamu ga usah datang ke Taiwan”. Curahan hati yang mengiris kalbu, yang mengingatkan kita bahwa begitu banyak cobaan dalam ibadah yang harus dihadapi oleh teman-teman TKI di Taiwan.
Menjelang berahirnya acara, ketua baru IWAMIT Kaohsiung, Pak Sunarto mendapat kesempatan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata. Beliau menyatakan menyadari begitu banyak permasalahan yang harus dibenahi dan betapa sempit sesungguhnya waktu yang tersedia untuk beliau berusaha melakukan yang terbaik dalam berbagai usaha pembenahan ini. Beliau juga menekankan kepada seluruh hadirin, bahwa IWAMIT meliputi seluruh berbagai organisasi massa warga Indonesia di Taiwan ini, bukan hanya pengurus yang berkegiatan di Masjid Kaohsiung. Beliau juga mengundang seluruh anggota berbagai organisasi massa tersebut untuk turut berpartisipasi mengikuti pelatihan maupun mengikuti pengajian dan kegiatan IWAMIT lainnya ke depan.
Sebagai acara terakhir sebelum acara ditutup, Gubernur FORMMIT Selatan, Danurwendo Wicaksono berkesempatan untuk mengajak kita semua bersyukur secara simbolis dengan pemotongan tumpeng, dan mengajak berbagai perwakilan berbagai organisasi Islam Indonesia di Taiwan yang hadir untuk bersama-sama memotong tumpeng tersebut sebagai simbol kebersamaan. Acara ini diiringi oleh shalawat nabi yang dilantunkan oleh seluruh hadirin dengan dipimpin oleh grup shalawat. Suasana kekeluargaan nan syahdu sungguh terasa dalam prosesi ini.
Rangkaian acara resmi ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Pak Imam Syahroni dan sepatah kata penutup oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan silaturahmi (bersalam-salaman dan berkenalan) sembari bersiap melaksanakan shalat Ashar berjama’ah dan kembali ke kediaman masing-masing. [dyah_wulandari_putri]
|
| Last Updated on Monday, 19 October 2009 22:19 |
Radio MIT
Login Form
Waktu Sholat
Feed Reader
- Wanita-wanita Penghuni Surga
- Hikmah Diutusnya Para Rasul (Bagian ke-1)
- Istri Din Syamsuddin Meninggal Dunia
- Wanita-Wanita Pengukir Sejarah (bagian ke-11): Maimunah
- MUI: Bank Sperma Haram, Bank ASI Boleh
- Cluster Discussion IC3T- Cluster of Economy : Quo Vadis Hubungan Ekonomi Indonesia Taiwan
- Board IC3T Raih Penghargaan Internasional IEEE
- Cluster of Engineering-IC3T “An Introduction to Semiconductor Testing”
- Cluster of Agriculture-IC3T “Orchid Breeding Technology in Taiwan”
- Cluster Discussion: Engineering















Comments
Salut untuk anda semua, semoga Allah membalas segala jerih payah anda dan memberkahi rezeki anda.
RSS feed for comments to this post.