Komentar Terbaru
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
Saudara kabareskrim yang semoga dimuliakan Allah, ...
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
Bijaklah dalam memberi nasehat, meskipun Anda dala...
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
saya yakin Allah mengahrgai kalau anda beramal mes...
Buku Tamu
Assalamu'alaikum wrwb Alhamdulillah senang sekali ...
Buku Tamu
assalamualaikum .wr.wb salam kenal tuk keluarga be...
Who's Online
We have 6 guests onlineStatistics
Members : 19Content : 220
Web Links : 11
Content View Hits : 99271
| Kunjungan Ketiga FORMMIT ke DC |
|
|
|
| Written by TimMedia |
| Thursday, 09 July 2009 15:27 |
|
![]()
Hsinchu [KMIT-Online]Hari Senin, 6 Juli 2009, adalah kunjungan ketiga kalinya dalam kepengurusan FORMMIT 2009-2010 ke Detention Center (DC), yang kali ini mengambil lokasi di DC Hsinchu. Sungguh sambutan yang hangat dan bersahabat dari para pegawai dan sipir DC. Begitulah ungkapan Mas Isach Karmiadji, Menteri SPM FORMMIT sesaat setelah beranjak dari lokasi, membandingkan dengan kedua kunjungan ke DC sebelumnya (Sanxia, dan Yilan). “Allah makes it easy for us today”, ujar Pak Haji Aslam. Menurutnya tidak setiap saat pihak DC menyambut seperti itu. Suasana kekeluargaan cukup terasa semenjak mas-mas dan mbak-mbak kita yang ditahan di DC ini memasuki ruangan pertemuan hingga acara berakhir. Mereka terlihat berusaha senyum walau mungkin kenyataannya lain, dan terlihat cukup bahagia menyambut kedatangan rombongan yang terdiri dari Pak Haji Aslam (dari Pakistan) beserta istri Mbak Fatimah, kemudian Pak Zulhendri Hasymi, Mas Dedi Rahmawan Putra, dan Mas Isach Karmiadji. Mereka yang ketika itu mengenakan seragam olahraga menyambut ucapan salam pembukaan oleh Mas Isach dengan antusias. Mungkin olahraga tadi telah memberikan energi positif terhadap kondisi fisik dan kejiawaan mereka. Mereka juga cukup khidmat mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Pak Zulhendri Hasymi, yang menekankan mereka untuk bersikap sabar dan berdoa agar bisa keluar dari berbagai masalah yang membelitnya. Ketika masuk ke sesi pembagian buku yang sudah dipersiapkan sebelumnya, mereka juga sangat antusias menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan.
![]()
Kemudian atas nama FORMMIT dan warga Indonesia yang alhamdulillah masih menikmati kebebasan di bumi Formosa ini, Mas Dedi menyampaikan salam ukhuwah dari rekan-rekan yang tidak berkesempatan hadir karena keterbatasan jarak dan waktu untuk bertatap muka dengan mereka. Ia juga berpesan kepada mereka agar selalu mengingat kewajiban kita sebagai muslim dan muslimah untuk menjalankan ibadah. Kepada kita yang masih bisa menghirup udara kebebasan untuk jangan lupa bersyukur akan nikmat Allah ini. Kemudian ia juga menyampaikan agenda lain dari kunjungan ini, yaitu untuk mendapatkan masukan demi memperbaiki taraf hidup para tahanan khususnya muslim Indonesia. Secara umum, kondisi mereka cukup baik. Mereka juga diperlakukan dengan cukup manusiawi, dan praktis tidak menemui masalah berarti untuk melaksanakan solat dan puasa. Lama masa tahanan cukup bervariasi, mulai dari sebulan, dua bulan, dan yang terlama adalah 2 tahun. Jumlah tahanan Indonesia yang muslim berkisar antara 90-an orang wanita dan 10-an orang tahanan pria dengan rentang usia yang relatif muda. Ada beberapa diantara mereka ada yang tak lama lagi akan menghirup udara kebebasan. Bagi yang lain, beberapa permasalahan yang utama adalah mereka sudah membayar uang (jaminan, tiket, dsb –red), namun kepastian keluarnya belum jelas. Beberapa kasus yang menyangkut urusan peradilan, kebanyakan harus menunggu hingga proses pengadilan selesai. Mereka harus berada di tahanan sebagai saksi (barang bukti – versi Pak Zulhendri) terhadap majikan yang menggunakan jasa mereka secara ilegal. Ada juga yang terlibat tuntutan pidana oleh majikan yang naik banding beberapa kali hingga membuat prosesnya menjadi lama dan berlarut-larut. Acara juga dilanjutkan dengan pembagian mukena dan sajadah titipan rekan-rekan, dan makanan ringan yang telah disiapkan oleh keluarga Haji Aslam. Kemudian diakhiri dengan doa, dengan harapan agar masalah-masalah kali ini bisa terlewati dan bisa diambil hikmahnya oleh para tahanan dan kita semua tentunya.
![]()
Dari kunjungan ini, diusahakan ada follow up lanjutan mengenai solusi permasalahan yang telah disampaikan oleh para tahanan, yang insya Allah akan dilanjutkan dengan kunjungan berikutnya bersama lembaga bantuan hukum Taiwan yang bernama TAHR. Semoga cita-cita mereka yang bisa keluar sebelum Ramadhan, atau minimal bisa berlebaran di tanah air bisa segera terwujud. Amin ya rabbal ‘alamiin. [kmit] |
| Last Updated on Tuesday, 14 July 2009 09:52 |
Radio MIT
Login Form
Waktu Sholat
Feed Reader
- Wanita-wanita Penghuni Surga
- Hikmah Diutusnya Para Rasul (Bagian ke-1)
- Istri Din Syamsuddin Meninggal Dunia
- Wanita-Wanita Pengukir Sejarah (bagian ke-11): Maimunah
- MUI: Bank Sperma Haram, Bank ASI Boleh
- Cluster Discussion IC3T- Cluster of Economy : Quo Vadis Hubungan Ekonomi Indonesia Taiwan
- Board IC3T Raih Penghargaan Internasional IEEE
- Cluster of Engineering-IC3T “An Introduction to Semiconductor Testing”
- Cluster of Agriculture-IC3T “Orchid Breeding Technology in Taiwan”
- Cluster Discussion: Engineering

















Comments
bukan menambah masalah dengan cara menghindari masalah...
Allah tidak akan menguji suatu umat diluar kemampuan umat tersebut.
jadi optimislah
setiap masalah pasti ada jalan penyelesaiannya
ada jalan keluarnya...
jangan ragu untuk bertanya tentang peraturan ketenagakerjaan di Taiwan kepada orang2 yang berkopenten di bidangnya...
semangat!! cia yooo
RSS feed for comments to this post.