|
Sansia [KMIT-Online] Hari Rabu (24/6), rombongan yang terdiri dari Haji Aslam (Perwakilan dari Masjid Longgang Chungli), Lalu Muhamad Jaelani, Tri Noviantoro dan Isach Karmiadji dari FORMMIT, mengadakan kunjungan ke Detention Centre (DC) Sansia. DC ini terletak di tempat yang terpencil dan dijaga ketat oleh aparat. Rombongan diterima oleh Mr. Po, Beliau kemudian membawa perwakilan Masjid Chungli dan FORMMIT ini berkeliling DC untuk melihat dan bersilatuhim dengan BMI yang ada disana. DC sansia terdiri dari 3 lantai, Lantai dasar sebagai tempat administrasi dan ruang pertemuan, Lantai 2 dan 3 ditempati oleh para detentee. Di lantai 3, rombongan bertemu dengan sekitar 10 orang BMI, ada yang sudah 8 bulan ada juga yang baru 2 hari. Ini merupakan tempat untuk detentee laki. Berbincang agak formal dengan waktu yang terbatas membuat rombongan tidak bisa santai menemani mereka. Mereka hanya "sempat" menyampaikan bahwa keberadaan mereka disana adalah untuk menunggu proses persidangan yang tidak jelas berapa lama akan diputus.
Sementara di lantai 2, ada dua bilik besar, mereka semua perempuan, mereka kemudian dikumpulkan disatu bilik, Jumlahnya 66 orang. BMI terlama yang ada ditempat ini masuk 6 bulan lalu, beberapa diantaranya baru 2 hari masuk ketempat ini. Secara umum, kondisi saudara saudara kita di sansia adalah baik, makanan dan kebebasan beribadah dijunjung tinggi ditempat ini. Hanya satu hal yang perlu kita sikapi, terkait gencarnya misionaris yang mengunjungi mereka dan mendampingi mereka sampai proses persidangan. Terakhir, rombongan menyampaikan salam teman teman mahasiswa dan pekerja muslim yang tetap perhatian kepada mereka. Rombongan atas nama FORMMIT, FOSMIT dan Masjid Longgang telah menyalurkan bantuan berupa 10 kardus INDOMIE dan Beberapa kardus Makanan Ringan.
Tertitip, salam balik penuh terimakasih dan penghargaan dari saudara saudara kita di sana, untuk mahasiswa, muslim indonesia dan masyarakat muslim di taiwan. [abhsn]
 |
Wah, kita jangan sampai kalah dong!!
sebagai saudara sebangsa, sekaligus saudara seiman, tentunya selayaknya kitalah yang setia mendampingi mereka...
bukan misionaris itu!!
Bukannya berprasangka buuruk kepada mereka, tapi apa kita gak malu, nota bene saudaranya tapi seolah mentelantarkan nasib kurang baik mereka.
Astagfirullah...