top
logo

Komentar Terbaru

Yayasan Yatim Piatu BMI

Yayasan Yatim Piatu BMI Peletakan batu pertama, 1 Juli 2010, di karawang

Welcome To Taiwan

Welcome to Taiwan

Visit INDONESIA

Welcome to Indonesia

Who's Online

We have 5 guests online

Statistics

Members : 19
Content : 220
Web Links : 11
Content View Hits : 99329

feed-image Feed Entries
Home Berita Kabar Tanah Air DPT Luar Negeri Turun, KPU Abaikan Hak Politik Buruh Migran
DPT Luar Negeri Turun, KPU Abaikan Hak Politik Buruh Migran PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 03 June 2009 11:08

Jakarta [KMIT-Online] Komisi Pemilihan Umum diminta bertanggungjawab atas penurunan daftar pemilih tetap luar negeri (DPT LN) dalam Pemilu Presiden. Selain itu, KPU juga diminta bertanggungjawab atas hilangnya hak politik buruh migran Indonesia di luar negeri tersebut.

 

"KPU harus mengupayakan perbaikan DPT Pilpres untuk mengakomodasi hak pilih buruh migran Indonesia," kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam siaran pers yang diterima Suara Merdeka CyberNews, Senin (1/6).

 

Seperti diketahui, dalam rapat pleno yang dilakukan oleh KPU pada 31 Mei lalu diketahui bahwa DPT dalam negeri pada Pilpres 2009 adalah 175.233.318 pemilih atau bertambah 5.443.723 pemilih dibanding dengan Pemilu Legislatif lalu. Dalam Pileg lalu, jumlah pemilih tercatat sebanyak 169.789.595 orang.

 

"Sedangkan DPT LN pada Pilpres 2009, hanya 1.137.738 pemilih atau mengalami penurunan sejumlah 338.105 pemilih. Padahal dalam Pileg, jumlah buruh migran yang tercatat dalam DPT mencapai 1.475.847 orang," ujarnya.

 

Menurut Anis, penurunan jumlah DPT LN untuk Pilpres 2009 menunjukkan kinerja KPU yang semakin buruk dan tidak berkualitas. Padahal pada pelaksanaan Pileg lalu, jumlah DPT LN sama sekali belum mencerminkan jumlah WNI yang ada di luar negeri.

 

"Semestinya pada DPT pada Pilpres 2009 meningkat, bukan justru menurun. Hal itu mengingat banyak buruh migran Indonesia yang tidak terdaftar dalam Pileg lalu, telah mendaftar ke PPLN negara setempat agar tercatat sebagai pemilih dalam Pilpres 2009," tukasnya.

 

Dia mencontohkan, di Singapura, daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pilpres justru mengalami peningkatan sebesar 9.538 pemilih. Sehingga, tak heran bila hal itu menimbulkan pertanyaan. "Penurunan DPT LN pada Pilpres 2009 semakin menunjukkan kuatnya pengabaian pemerintah dan penyelenggara pemilu terhadap pemenuhan hak politik buruh migran Indonesia," sesalnya.

 

Padahal, lanjutnya, hasil pantauan Migrant Care pada Pileg lalu menunjukkan bahwa antusiasme buruh migran Indonesia untuk berpartisipasi pada Pilpres sebenarnya lebih besar daripada Pileg kemarin. Hal itu mengingat pada Pileg kemarin, buruh migran Indonesia hanya bisa memilih caleg dari daerah pemilihan DKI II.

 

Anis juga mengatakan, UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wapres pasal 29 ayat 1 menyatakan, DPT Pileg dijadikan sebagai DPS Pilpres. Bila KPU taat pada aturan yang ada, imbuhnya, setidaknya DPT LN pada Pilpres jumlahnya sama dengan DPT pada Pileg.

 

"Untuk itu, KPU dan PPLN yang ada di negara-negara penerima buruh migran Indonesia harus mengupayakan dan mengintensifkan pendaftaran susulan bagi buruh migran Indonesia," tandasnya.

 

Selain itu, Migrant Care juga meminta Badan Pengawas Pemilu-khususnya Bawaslu luar negeri-mengintensifkan pengawasan terhadap kinerja PPLN. PPLN juga didesak agar melakukan perbaikan DPT LN pada Pilpres 2009. [www.bogor.net]

Last Updated on Monday, 12 April 2010 22:53
 

Add comment


Security code
Refresh

Radio MIT



Login Form



IC3T

Indonesian Committee for Science and Technology Transfer in Taiwan

Partner

Artikel islam di web ini, berasal dari Dakwatuna.com

MQFM Bandung

Mailing List

 

Mailing List Muslim Indonesia di Taiwan

 

Bantuan Hukum

 

Bantuan Hukum

 

Portal Berita Bantuan Hukum

Waktu Sholat


bottom
top
KMIT :: Keluarga Muslim Indonesia Taiwan on Facebook

bottom

Powered by Joomla!. Designed by: Joomla Templates, web hosting. Valid XHTML and CSS.