Komentar Terbaru
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
Saudara kabareskrim yang semoga dimuliakan Allah, ...
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
Bijaklah dalam memberi nasehat, meskipun Anda dala...
Ya Allah Berkahilah Kami di Bu...
saya yakin Allah mengahrgai kalau anda beramal mes...
Buku Tamu
Assalamu'alaikum wrwb Alhamdulillah senang sekali ...
Buku Tamu
assalamualaikum .wr.wb salam kenal tuk keluarga be...
Who's Online
We have 6 guests onlineStatistics
Members : 19Content : 220
Web Links : 11
Content View Hits : 99361
| Bongkar Skandal Asuransi TKI |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Sunday, 31 May 2009 10:19 |
|
Pekanbaru, Riau [KMIT-Online] Banyaknya komplain terhadap pelayanan asuransi TKI membuat geram Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat. Ia menengarai adanya skandal kejahatan yang terorganisir yang melibatkan kekuasaan yang efektif sehingga skandal ini tidak bisa dibongkar.
"Kita tidak boleh menyerah, skandal kejahatan ini harus dibongkar," kata Jumhur Hidayat dalam pertemuan dengan kalangan asuransi, Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), dan Sarana Kesehatan (Sarkes) TKI di Hotel Furaya, Pekanbaru, Riau, Kamis (28/5).
Ia memerintahkan Deputi Perlindungan BNP2TKI, Mardjono, untuk mengevaluasi konsorsium asuransi TKI yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menakertrans.
"Kita usir konsorsium yang tidak mau ikut aturan. Kita nggak ada urusan dengan mereka," tegas Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat.
Komplain terhadap pelayanan asuransi TKI justru disampaikan Adam Siregar, utusan dari Asuransi TKI Mitra Dana di Medan, yang mengeluhkan kelambatan realisasi klaim asuransi. “Saat mengajukan klaim seakan-akan selalu dipersulit hingga bertahun-tahun,” kata Adam.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Medan, Sumadi, menambahkan bahwa proses klaim asuransi harus sampai ke Jakarta, dan kebijakan pihak asuransi itu tidak mau mengikuti ketentuan dari BNP2TKI.
Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat memaparkan, skandal kejahatan dalam pengelolaan dana asuransi TKI angkanya sangat besar. Sejak tahun 2006 diperkirakan uang yang terkumpul dari pembayaran premi asuransi TKI mencapai sekitar Rp 800 milyar. Sedangkan klaimnya tidak lebih dari Rp 100 milyar.
“Kita tahu banyak yang menjerit. Uang TKI yang Rp 700 milyar itu kemana? Ini yang harus dibongkar,”kata Jumhur.
Ia menduga BNP2TKI sengaja dipinggirkan dalam pelayanan asuransi TKI dengan diterbitkan beberapa aturan, seperti Permenakertrans No.22 Tahun 2008 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri, dan tiga Keputusan Menakertrans yang sengaja mengambil alih sebagian besar peran dan fungsi BNP2TKI.
“Jadi BNP2TKI sengaja tidak diajak agar tidak mengganggu skenario dalam skandal kejahatan dalam pengelolaan asuransi,”ungkapnya.
Namun karena sudah ada putusan Uji Materiil Mahkamah Agung yang membatalkan Permenakertrans No. 22 Tahun 2008 dan Kepmen No. 200 serta Kepmen No. 201, Jumhur minta semua pihak legawa menyerahkan urusan pembenahan TKI kepada BNP2TKI.
“Mari, kita masuk surga sama-sama dengan melayani TKI sebaik-baiknya,” kata Jumhur yang disambut tepuk tangan peserta pertemuan.
Ia juga menolak usulan sejumlah peserta pertemuan agar BP3TKI diberi kewenangan menangani uang premi TKI, sehingga bila ada klaim asuransi bisa langsung dibayarkan. “Jangan, kita tidak boleh memungut uang biar pihak asuransi yang menjalankan. Kita harus berjuang agar pihak asuransi bekerja secara benar saja,” tegas Jumhur.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama 60 menit itu, Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat didampingi Sestama Edy Sudibyo, Deputi Penempatan BNP2TKI Ade Adam Noeh, Deputi Perlindungan Mardjono, Penanggung Jawab Rakoreg Wilayah Barat Agusdin Subiyantoro, dan Kepala BP3TKI Riau Maulina. [bnp2tki]
Sumber : http://www.jakartapress.com/news/id/6872/Bongkar-Skandal-Asuransi-TKI.jp |
| Last Updated on Monday, 12 April 2010 22:54 |
Radio MIT
Login Form
Waktu Sholat
Feed Reader
- Wanita-wanita Penghuni Surga
- Hikmah Diutusnya Para Rasul (Bagian ke-1)
- Istri Din Syamsuddin Meninggal Dunia
- Wanita-Wanita Pengukir Sejarah (bagian ke-11): Maimunah
- MUI: Bank Sperma Haram, Bank ASI Boleh
- Cluster Discussion IC3T- Cluster of Economy : Quo Vadis Hubungan Ekonomi Indonesia Taiwan
- Board IC3T Raih Penghargaan Internasional IEEE
- Cluster of Engineering-IC3T “An Introduction to Semiconductor Testing”
- Cluster of Agriculture-IC3T “Orchid Breeding Technology in Taiwan”
- Cluster Discussion: Engineering













