|
Ponorogo [KMIT-Online] Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Ponorogo, Bedianto mengatakan sepanjang tahun 2009 lalu, sebanyak sembilan orang tenaga kerja asal Ponorogo gugur di negeri perantauan. "Ini terlihat dari catatan yang kami miliki," kata dia, Senin (11/1). Lima dari sembilan kematian yang dialami para tenaga kerja itu, disebabkan karena bunuh diri dan kecelakaan. Mereka merupakan pekerja Indonesia di Taiwan (1 orang), Malaysia (2 orang), Hongkong (1 orang), dan Singapura (1 orang). Adapun empat sisanya belum diketahui secara pasti penyebab kematiannya. Kasus terakhir tewasnya tenaga kerja Indonesia asal Ponorogo ini dialami oleh Ali Mustofa, asal Kauman Ponorogo. Lelaki berusia 50 tahun ini ditemukan tewas di tempat kerjanya, di Malaysia, 17 Desember 2009 silam.
Adapun pada tahun 2010 ini, telah terjadi satu kasus. Siti Maimunah, tenaga kerja wanita asal Desa Serangan Kecamatan Sukorejo dilaporkan tewas di tempat kerjanya, di Hongkong, delapan hari lalu. Hingga kini penyebab kematian wanita berusia 27 tahun itu belum diketahui secara pasti. Staf Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Eddy Siswanto mengatakan jumlah tenaga kerja Indonesia asal Ponorogo terus bertambah dari tiap tahunnya. Pada tahun 2007 tercatat sebanyak 1.064 orang dan bertambah menjadi 1.488 orang pada tahun 2008. Adapun pada tahun 2009, jumlahnya berkurangnya menjadi 1.268 orang. "Itu kan yang tercatat, yang tidak?" kata dia memperkirakan masih ada pekerja dari jasa pengiriman tenaga kerja di luar Ponorogo. Dia mengatakan, banyaknya warga ponorogo yang memilih bekerja di luar negeri ini karena jumlah lowongan kerja di dalam negeri terbatas. Dari data Agustus 2008 lalu saja misalnya, hanya ada 77 lowongan kerja untuk 33 ribu tenaga kerja yang terdaftar di Dinas. "Lah terus? Bagaimana," kata dia pasrah. [Anang Zakaria/TempoInteraktif]
 |