|
|
|
Written by TimMedia
|
|
Saturday, 30 January 2010 01:06 |
|
[KMIT-Online] Banyak orang berdo’a tetapi tidak meminta. Mereka berdo’a tetapi sekedar "membaca" atau "menghafal" do’a. Tidak ada penyertaan dalam dirinya rasa takut (khauf) dan rasa harap dan juga tidak dilakukan dengan rendah hati bahwa bahkan banyak yang tidak faham dengan do’anya. Maka itulah yang dimaksud dengan "berdo’a tapi tidak meminta". Padahal berdo’a itu intinya meminta. Dalam hal meminta Allah swt berfirman : "Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." [Al-A’raaf: 55] "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya, berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan harapan (akan dikabulkan) sesungguhnya rahmat Allah itu amat dekat pada orang yang berbuat baik". [Al-A’raaf:56]
|
|
Last Updated on Saturday, 30 January 2010 01:26 |
|
Written by TimMedia
|
|
Friday, 29 January 2010 17:27 |
|
[KMIT-Online] Suatu masalah itu jika menyempit, maka tabiatnya ia menjadi meluas. Jika tali ditarik keras-keras, ia akan terputus. Jika malam semakin gelap, pertanda akan muncul fajar. Itulah sunnah kehidupan yang sudah dan terus berlaku. Itulah hikmah yang pasti terjadi. Maka, relakanlah jiwamu untuk meridhoi kondisinya. Karena, setelah kehausan pasti akan ada air. Setelah musim semi akan datang musim penghujan. Mungkin saja betapa banyak kesedihan yang engkau keluhkan. Tapi permudahlah urusanmu. Lapangkanlah pikiranmu. Tidakkah engkau membaca firman Allah SWT " Alam nasyrah laka sadrak...." ( Bukankah kami lapangkan dadamu ). Tidakkah engkau berbahagia karena di dunia ini masih terhampar banyak harapan. Di dunia ini masih banyak kemudahan.
|
|
Last Updated on Saturday, 30 January 2010 01:24 |
|
Written by Adminstrator
|
|
Friday, 22 January 2010 08:15 |
Kisah Pejuang Kehidupan : Sabarku, sahabatku...
Oleh : Kartika Akbaria
"Aku hanya ingin belajar sabar di negeri ini, bukan semata-mata mengais uang"
[KMIT-Online] Wajahnya cerah. Aku masih ingat betul pertemuan dengannya pertama kali. Ada getaran hidayah yang auranya terasa, bukan hanya aku yang bicara, tapi juga sahabatku. Dia lugu, namun penuh semangat juang. Dia ayu, namun tidak mengobral kecantikannya. Sudah bertahun-tahun dia menyambung kehidupan di negeri Taiwan. Merawat 3 orang sekaligus dalam waktu bersamaan. Aku bisa rasakan kesabarannya dan haru perjuangannya, ketika kami berbagi dengan terkadang ditemani buliran air mata yang mengalir dari matanya. Kanthi ... Kisahnya dimulai beberapa tahun yang lalu, saat ia bekerja sebagai PRT dan mengurus seorang anak yang kekurangan dalam hal mental. Majikannya termasuk majikan yang keras, yang kerapkali melontarkan kalimat yang kurang sedap didengar bila ia melakukan kesalahan atau menyelesaikan pekerjaan dengan kurang sempurna. Beberapa saat setelah bekerja di rumah tersebut, majikan prianya sakit dan membutuhkan perawatan intensif. Mau tidak mau, tanpa pilihan, ia pun ambil bagian dalam perawatan itu ..
|
|
Last Updated on Friday, 22 January 2010 08:22 |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 38 |